tvOne Newsticker
Kamis, 29 Juli 2010

Kabar IPTEK

DPRD Desak Realisasikan Anggaran Pendidikan 20 Persen

Kamis, 5 November 2009 04:23 WIB

Mamuju, (tvOne)


DPRD Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat akan memperjuangkan anggaran pendidikan di Mamuju hingga mencapai 20 persen pada tahun 2010.

Caranya dengan mendesak Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk menyepakati kebijakan tersebut, kata Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Drs Sugianto, di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, DPRD Kabupaten Mamuju akan memperjuangkan agar anggaran pendidikan di wilayah itu mencapai 20 persen, dari keseluruhan anggaran dana APBD Kabupaten Mamuju pada tahun 2010.

"DPRD akan mendesak agar Pemkab Mamuju mau merealisasikan anggaran pendidikan hingga 20 persen pada tahun 2010 nanti, dengan melakukan kerjasama dengan DPRD Kabupaten Mamuju dalam menyusun anggaran itu nantinya," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan untuk merealisasikan anggaran hingga 20 persen pada tahun 2010 untuk meningkatkan sarana dan prasarana serta mutu dan kualitas pendidikan di wilayah yang masih tertinggal itu.

Karena kata dia, dari segi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah ini masih dinilai tidak layak untuk digunakan dalam meningkatkan mutu pendidikan, di samping anggaran untuk tenaga pendidik serta bagi para siswa yang sulit mendapatkan kemudahan menikmati pendidikan di sekolah yang juga sangat terbatas.

"Masih banyak sekolah di Mamuju terbuat dari kayu yang sudah lapuk yang kondisinya sangat memprihatinkan serta gaji guru yang masih rendah serta anak-anak yang sulit sekolah, inilah semua yang mengilhami kami untuk meningkatkan anggaran pendidikan hingga 20 persen," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah pada tahun 2010 akan mengupayakan anggaran pendidikan 20 persen tersebut untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai tersebut serta memberikan kesejahteraan kepada tenaga pendidik dan kemudahan mendapatkan pendidikan bagi para siswa di daerah ini.

Sehingga kata dia, sumber daya manusia (SDM) daerah ini dapat meningkat dan juga bisa berkualitas serta setara dengan daerah lainnya di Indonesia agar dapat mengelola potensi daerah ini yang sangat kaya.

"Anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD Mamuju ini juga sangat penting untuk digunakan dalam menghapus angka buta aksara di Mamuju, dengan membangun sekolah non formal seperti pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) yang banyak dikembangkan LSM di Mamuju," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan pendidikan non formal di Mamuju perlu dikembangkan karena angka buta aksara di Mamuju sangat tinggi yakni sekitar 28.264 orang.

um


Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar