Kabar IPTEK
Warga Tasik Diimbau Bangun Rumah Tahan Gempa
Senin, 30 November 2009 23:02 WIB
Singaparna, (tvOne)
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, termasuk daerah yang dilewati jalur gempa di Indonesia sehingga masyarakat harus membangun rumah tahan gempa. Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi, Departemen Pekerjaan Umum (PU) Andrias Shugono di Tasikmalaya, Senin (30/11)
"Tasikmalaya dilewati jalur gempa, sehingga gempa akan terjadi lagi. Demi keselamatan masyarakat, harus dibangun rumah tahan gempa," katanya usai menghadiri pelatihan pembangunan rumah kepada 55 orang yang tergabung dalam Pokmas di aula kantor bupati. Berdasarkan peta gempa, di wilayah Tasikmalaya terdapat garis jalur untuk semua jenis gempa, seperti gempa tektonik dan vulkanik.
Menurut dia, berdasarkan peta gempa, wilayah Tasikmalaya akan terjadi gempa setiap tahun dengan guncangan yang akan merusak bangunan. "Masyarakat perlu waspada karena Tasikmalaya masuk dalam jalur gempa," katanya di depan pejabat Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Ia berharap untuk mengantisipasi bencana itu, masyarakat memiliki inisiatif untuk membangun rumah tahan gempa agar tidak mengalami kerusakan berat ketika diguncang gempa. Ia menjelaskan rumah tahan gempa bisa seperti rumah panggung atau menggunakan material bangunan yang tidak akan patah jika diguncang gempa. "Jika membangun rumah atau bangunan tahan gempa, dampak gempa tidak akan terlalu parah," katanya.
Menurut dia, membangun rumah tahan gempa merupakan upaya menyelamatkan jiwa dan kerusakan bangunan jika gempa terjadi kembali di masa yang akan datang. Selain itu, masyarakat Tasikmalaya perlu memiliki pengetahuan tentang cara membangun rumah tahan gempa. "Masyarakat harus memiliki pengetahuan mengenai bangunan tahan gempa agar risikonya tidak terlalu besar," katanya.
Pelatihan bangunan antigempa kepada Pokmas dari delapan kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang daerahnya rusak akibat guncangan gempa itu bertujuan memberikan pengetahuan tentang mendirikan rumah tahan gempa dengan baik dan benar. Upaya pelatihan bimbingan teknis kepada Pokmas sekaligus untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan membangun rumah tahan gempa. "Kami harap masyarakat memiliki bekal pengetahuan dalam membangun rumah tahan gempa," katanya.
